DIAM RASAKU
Halo sahabat millens…
Sedikit berbagi kisah ku tentang
yang kurasa. No baper-baper club yeaah.
Berawal pada akhir tahun 2019. Saat itu aku sedang berada di Surabaya. Bertujuan untuk merasakan euphoria tahun baru disana. Sore menjelang pergantian tahun, kuhabiskan waktuku dengan mysist (kakak) pada sebuah Mall ternama di Surabaya. Kami pulang tepat jarum jam berada pada angka 7
Ku rebahkan diriku, sambil memainkan jariku untuk membuat story whatsapp. Beberapa menit kemudian. DIAA… Iya dia mengomentari foto yang ku story. Perasaanku saat itu sangat bahagia. Entah karena memang diriku punya perasaan kepadanya atau hanya kesenangan semata. Waallahualam
Lalu , percakapan pun berlanjut hingga masuklah pada pembahasan yang sedikit serius. Saat itu pikiranku sangat berantakan. Entah atas dasar apa yang membuatku untuk menyatakan perasaanku terhadapnya. Kalau dibilang malu , malu sih. Tapi yaaaaa.. Legah . Karena sedikit lebihnya dia telah tahu apa yang kurasakan terhadapnya.
Namun , tidak pernah ku sangka, bahwa karena pernyataan yang kubuat, ternyata itu menjadi komunikasi terakhirku dengannya.
Sedih, pasti. Menyesal, tentu. Tapi? YASUDAHLAH..
Beberapa hari kulalui setelah malam itu terasa sangat sunyi. Ada perasaan bersalah, ada perasaan menyesal. Tapi tak apa, aku percaya bahwa suatu saat kita akan dipertemukan kembali. Jika takdirnya
Theenn, beberapa bulan kemudian berlalu. Tak tahu apa yang menjadi awal mula kami kembali berkomunikasi. Masih canggung kurasa jika diingat kembali akhir tahun itu.
Kecanggungan itu hanya sementara. Beberapa hari berlalu hingga aku lupa bahwa komunikasi kamu hampir terkesan sering. Hingga sampai pada suatu sore, dia menelfonku dengan bertanya. Mau pulang bareng ? HUH. Perasaanku begitu berkecamuk, ketika dia mengajakku untuk pulang bersama. Namun, itu hanya mimpi saja. Orangtuaku tidak mengizinkanku untuk pulang. Padahal, dalam impian impian kecilku sudah tergambar bagaimana ketika nanti kenyataan aku bisa bisa pulang bersamanya. Sungguh, sepertinya indah!
Sampai saat ini komunikasi ku dengannya semakin membaik. Kalo seperti yang dia katakan bahwa “ masalah membuat kita semakin dekat”. Ya, itu memang benar. Tidak salah jika perkataan itu akan kujadikan quote untuk diriku sendiri hingga nanti.
Komunikasi yang masih terjalin baik, hubungan yang semakin dekat, dengan kecemasan dalam ragu untuk takut terjebak dalam perasaan lagi. Namun, semua aku jalani saja saat ini seperti apa alurnya, sampai pada diujung waktu , jika Tuhan memilihkan dia menjadi takdirku. Sangat menjadi mimpi yang begitu indah!
NASIHATNYA
Sekian banyak karakter manusia yang ku kenal. Dia memang
berbeda. Sangatlah beda. Tidak bisa dipungkiri bahwa kamu memang menjadi
pengaruh positif dalam hidupku. WHY ? karena dengan berbagai macam nasihatmu
membuatku berpikir bahwa untuk menjadi dewasa itu harus mengulurkan sebuah
amarah .
Setiap kritikan serta saranmu selalu ku pikirkan berulang-ulang. Hingga sebelum ku memejamkan mata, masih tetap ku pikirkan. Anehnya, saat dirimu memberi sebuah saran, hatiku terasa damai. Tak ada rasa amarah, benci atau kekecewaan. Hal tersebut yang membuatku selalu penasaran terhadapmu. Sikapmu yang beda. Perlakuanmu yang beda, semua menjadi pertimbanganku.
Beberapa kali berbincang denganmu, membuat kesimpulan kecil untukku. Bahwa, kamu tempat ku tenang untuk meluapkan segala rasa setelah ibu.
THE POWER OF FEELING
Pernahkah kalian merasakan bagaimana ketika feelingmu selalu tepat?
Pasti kamu akan berasumsi, ini ciri apa? Apakah jodoh? Bukan alay tapi memang ini real. Bukan naïf. Especially, dia adalah sosok yang memang ada perasaan yang kau simpan diam-diam terhadapnya.
Disaat hati kecilku berkata bahwa dia akan menghubungimu, tak lama kemudian dia memang menghubungimu. Disaat perasaanmu berkata dia akan datang, benar. Dia datang
Terkadang aku tak percaya, kenapa setiap ada ruang yang kosong, pasti selalu terisi olehnya. Dalam keadaan apapun.
Bahkan yang menjadi setiap tanyaku, saat waktu aku sakit. Aku punya feeling bahwa dia akan menanyakan kabar ku. Dan, whats happen ? dia menanyakan kabarku dengan first chat “ mes, sakit? “ .
Tuhan, aku sering tidak percaya. Kenapa harus dia. Kenapa ? Bahkan disaat aku ingin melupakan dia. Perasaan ini semakin tidak karuan. Tapi itu dulu, sekarang yang kulakukan bukan untuk melupakan dia, bukan juga untuk menghilangkan perasaanku terhadapnya. Karena yang ku tahu, semakin dipaksa untuk lupa, maka perasaan itu akan semakin sulit untuk pergi. Jika memang perasaan ini akan pergi, tanpa ada kata pamitpun akan menghilang . ‘
So, bagi kalian yang merasa susah untuk melupakan seseorang. Its okay. Biarkan perasaan tersebut berlabuh pada dermaga sesungguhnya.